Bahan Aktif : Propineb 75%.
Jenis Pestisida : Fungisida.
Cara Kerja : Fungisida kontak yang bersifat protektif.  
Formulasi : Wettable powder (WP).
Warna : Putih
Ukuran Kemasan : 100 gr, 500 gr dan 1 kg. 
Jenis Kemasan : Aluminium foil.
No. Pendaftaran : RI. 01020120072801.
Kelas bahaya WHO :  Kelas III (cukup berbahaya).
AttachmentSize
Image icon satgaz.jpg2.18 MB

KEUNGGULAN

  • Bersifat kontak
  • Mempunyai daya basmi yang luas
  • Membasmi penyakit dari luar dan dalam
  • Efektif untuk mengendalikan berbagai jenis penyakit tanaman

 

DISKRIPSI

SATGAZ 75 WP Fungisida kontak yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur. dengan kandungan bahan aktif, yaitu  Propineb 75%SATGAZ 75 WP berbentuk tepung yang dapat disuspensikan (Wettable powder/WP ) berwarna putih yang diformulasikan untuk mengendalikan penyakit penting yang disebabkan oleh jamur untuk mengendalikan penyakit bercak ungu Alternaria porri pada pertanaman bawang merah, penyakit bercak daun Alternaria brassicae dan penyakit rebah semai Pythium debaryanum pada pertanaman kubis
Bahan aktif mankozeb ditemukan pada tahun 1961 dan dalam penggolongan FRAC (Fungicide Resistance Action Committee) termasuk golongan M3, yaitu ditiokarbamat. Golongan ditiokarbamat merupakan fungisida yang bereaksi dan menginaktivasi kelompok sulfhidril asam amino dan enzim sel jamur yang mengakibatkan gangguan metabolisme lipid dan respirasi.Sedangkan bahan aktif carbendazim ditemukan pada tahun 1973 dan dalam penggolongan FRAC (Fungicide Resistance Action Committee) termasuk golongan 1, yaitu benzimidazol. Golongan benzimidazol merupakan fungisida yang menghambat sintesa beta-tubulin, menghambat pembentukan appresoria, dan menghambat pertumbuhan miselia jamur.Dengan penggabungan dua bahan aktif antara mankozeb dan karbendazim membuat daya bunuh terhadap jamur pathogen menjadi lebih tinggi.
Fungisida ini tidak menimbulkan fitotoksik  pada tanaman jika digunakan sesuai petunjuk. SATGAZ 75 WP mudah larut dalam air dan tidak mengganggu peralatan semperot. 
Kelas bahaya (WHO) termasuk dalam kelas III (cukup berbahaya) dengan keterangan pernyataan bahaya yaitu “PERHATIAN” dan warna pita piktogram pada label berwarna biru tua.

 

PETUNJUK PENGGUNAAN

  • Gunakan air lapang biasa yan tidak mengandung lumpur dan kotoran lainnya. Bila perlu siapkan air satu malam sebelum penyemperotan agar lumpur dan kotoran lainnya mengendap.
  • Waktu aplikasi pagi hari sebelum jam 9 atau sore hari setelah jam 4.
  • Lakukan penyemperotan pada waktu cuaca cerah dan diperkirakan hujan tidak turun dalam waktu 4-6 jam setelah penyemperotan.
  • Apabila ditemukan gejala serangan dan selanjutnya dengan interval 5-7 hari disesuaikan dengan tingkat serangan
  • Gunakan dosis dan volume semperot yang dianjurkan.
  • Volume semprot:  400-600 g/ha.