Kembali
 
Bahan Aktif : Dimetomorf 60 %.
Jenis Pestisida : Fungisida.
Cara Kerja : Fungisida sistemik, protektif dan kuratif.  
Formulasi : Wettable powder (WP).
Warna : Putih
Ukuran Kemasan : 100 gr dan 400 gr.
Jenis Kemasan : Aluminium foil.
No. Pendaftaran : RI. 01020120165587.
Kelas bahaya WHO :  II Berbahaya
AttachmentSize
Image icon suhle.jpg1.51 MB

KEUNGGULAN

  • Bersifat sistemik
  • Mempunyai daya basmi yang luas
  • Membasmi penyakit dari luar dan dalam
  • Efektif untuk mengendalikan berbagai jenis penyakit tanaman

DISKRIPSI

SHULE 60 WP Fungisida yang bersifat protektif dan sistemik berbentuk tepung yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur. dengan kandungan bahan aktif, yaitu  Dimetomorf 60 %.  SHULE 60 WPberbentuk tepung yang dapat disuspensikan (Wettable powder/WP ) berwarna putih yang diformulasikan untuk mengendalikan penyakit penting yang disebabkan oleh jamur untuk mengendalikan untuk mengendalikan penyakit pada tanaman Jagung dan Kentang.

Bahan aktif Dimetomorf 60 % ditemukan pada tahun 1959 dan dalam penggolongan FRAC (Fungicide Resistance Action Committee) termasuk golongan M3, yaitu organoarsenic. Golongan organoarsenic merupakan fungisida yang bereaksi dan menginaktivasi kelompok dimethylarsinic acid dan enzim sel jamur yang mengakibatkan gangguan metabolisme lipid dan respirasi.

Fungisida ini tidak menimbulkan fitotoksik  pada tanaman jika digunakan sesuai petunjuk. SHULE 60 WP mudah larut dalam air dan tidak mengganggu peralatan semprot.

Kelas bahaya (WHO) termasuk dalam kelas II Berbahaya dengan keterangan pernyataan bahaya yaitu “Berbahaya” dan warna pita piktogram pada label berwarna kuning tua.

PETUNJUK PENGGUNAAN

  • Gunakan air lapang biasa yang tidak mengandung lumpur dan kotoran lainnya. Bila perlu siapkan air satu malam sebelum penyemperotan agar lumpur dan kotoran lainnya mengendap.
  • Waktu aplikasi pagi hari sebelum jam 9 atau sore hari setelah jam 4.
  • Apabila ditemukan gejala serangan dan kelembapan >90% selanjutnya dengan interval 7-14 hari disesuaikan dengan tingkat serangan
  • Gunakan dosis dan volume semperot yang dianjurkan.
  • Volume semprot:  500 g/l