Bahan Aktif : Isopropil amina glifosat : 490 g/l (setara dengan glifosat : 363 g/l).
Jenis Pestisida : Herbisida.
Cara Kerja : Herbisida sistemik purna tumbuh.
Formulasi : Soluble concentrate (SL).
Warna : Kuning.
Ukuran Kemasan : 400 ml, 1 lt, 5 lt, dan 20 lt.
Jenis Kemasan : Plastik HDPE
No. Pendaftaran : RI. 01030120052244
Kelas bahaya WHO : Kelas III (cukup berbahaya)
AttachmentSize
Image icon BROWN UP.jpg1.45 MB

KEUNGGULAN

  • Mematikan gulma diseluruh bagian mulai daun sampai akar.
  • Berdaya kerja luas mengendalikan berbagai jenis gulma
  • Perlu waktu lama untuk gulma tumbuh kembali
  • Menyebar merata keseluruh jaringan tanaman
  • Terbuat dari bahan yang ramah lingkungan
  • Tidak menggangu tanaman budidaya.
DISKRIPSI
BROWNUP 490 adalah herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air (Soluble concentrate/SL ) untuk mengendalikan gulma berdaun lebar pada tanaman karet (TBM), kelapa sawit (TBM), persiapan lahan perkebunan.BROWNUP 490berbentuk larutan dalam air (Soluble concentrate/SL berwarna kuning yang efektif untuk mengendalikan gulma berdaun lebar dan sempit pada pertanaman kakao, karet, kelapa sawit, kopi dan persiapan lahan budidaya padi sawah (TOT) hingga 3-4 bulan.
Herbisida BROWNUP 490 (IPA glifosat) juga disebut sebagai herbisida non selektif  berspektrum luas, ditemukan pada tahun 1971 dan tergolong dalam organofosfor yang merupakan turunan dari asam amino glisin, diformulasikan dalam garam isopropilamin yang banyak digunakan untuk pengendalian gulma semusim ataupun tahunan. Herbisida ini ditranslokasikan secara cepat melalui simplas, translokasi ke seluruh jaringan tanaman tidak terkecuali yang berakar dalam dan rizoma, yang membuat herbisida ini terkenal dengan pengendalian gulma berspektrum luas (broad-spectrum weed control).
Glifosat yang diaplikasikan pada gulma akan  terjadi penghambatan dalam biosintesa asam amino aromatik yaitu menghambat enzim EPSPS (5-enolpyruvilshikimate-3-phosphate syntase).  Pengaruhnya akan terlihat setelah 2-4 hari pada gulma semusim dan 7-10 hari pada gulma menahun. Pada spesies gulma tertentu terutama yang menahun, translokasinya sangat lambat dan gejala belum akan tampak dalam 10 hari setelah aplikasi.  Gejala awal gulma yang disemprot dengan herbisida BROWNUP 490terlihat menguning dan akhirnya mengering dan mati.
Herbisida ini tidak menimbulkan fitotoksik pada tanaman jika digunakan sesuai petunjuk. BROWNUP 490 mudah larut dalam air dan tidak mengganggu peralatan semperot. 
Perhatian: untuk melarutkan gunakan air lapang biasa yang tidak mengandung lumpur dan kotoran lainnya. Bila perlu siapkan air satu malam sebelum penyemperotan agar lumpur dan kotoran lainnya mengendap. IPA glifosat akan bereaksi netral bila berikatan dengan air yang mengandung lumpur, sehingga akan mengurangi daya kefektifan produk ini.
Kelas bahaya (WHO) termasuk dalam kelas III (cukup berbahaya) dengan keterangan pernyataan bahaya yaitu “PERHATIAN” dan warna pita piktogram pada label berwarna biru tua
 
PETUNJUK PENGGUNAAN
  • Gunakan air lapang biasa yang tidak mengandung lumpur dan kotoran lainnya. Bila perlu siapkan air satu malam sebelum penyemperotan agar lumpur dan kotoran lainnya mengendap.
  • Waktu aplikasi pagi hari sebelum jam 9 atau sore hari setelah jam 4.
  • Lakukan penyemperotan pada waktu cuaca cerah dan diperkirakan hujan tidak turun dalam waktu 4-6 jam setelah penyemperotan.
  • Gunakan dosis dan volume semperot yang dianjurkan.  
  • Volume semperot:  500 g/l.