Kembali
 
Bahan Aktif : Isopropil amina glifosat : 310 g/l (setara dengan glifosat : 229,9 g/l) 2,4-D dimetil amina : 115 g/l (setara dengan 2,4-D : 95,51 g/l)
Jenis Pestisida : Herbisida.
Cara Kerja : Herbisida sistemik purna tumbuh.
Formulasi : Soluble Concentrate (SL ).
Warna : Kecoklatan.
Ukuran Kemasan : 1 lt, 5 lt, dan 20 lt.
Jenis Kemasan : Plastik HDPE
No. Pendaftaran : RI. 01030120072680
Kelas bahaya WHO : Kelas III (cukup berbahaya)
AttachmentSize
Image icon OBIN.jpg807.01 KB

KEUNGGULAN

  • Berdaya berantas luas, efektif mengendalikan berbagai jenis gulma berdaun sempit dan berdaun lebar
  • Bersifat selektif yaitu hanya mematikan gulma sasaran dan tidak merusak tanaman pokok
  • Bersifat sistemik sehingga dapat mematikan seluruh bagian gulma.
  • Sangat mudah penggunaanya dan ekonomis

DISKRIPSI

OBIN 310/ 115 SL adalah herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air (Soluble concentrate/SL ) bewarna kecoklatan untuk mengendalikan gulma berdaun lebar (Ageratum Conyzoides Synedrella Nodiflora), gulma berdaun sempit (Axonopus Compressus Setaria Plicata) pada tanaman kakao (TBM).OBIN 310/ 115 SL adalah herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air (Soluble concentrate/SL) bewarna kehijauan untuk mengendalikan gulma berdaun lebar (Ageratum Conyzoides Synedrella Nodiflora), gulma berdaun sempit (Axonopus Compressus Setaria Plicata) pada tanaman karet (TBM).
Herbisida OBIN 310/115 SL (IPA glifosat) dikombinasikan dengan 2,4 D DMA juga disebut sebagai herbisida non selektif  berspektrum luas, ditemukan pada tahun 1971 dan tergolong dalam organofosfor yang merupakan turunan dari asam amino glisin, diformulasikan dalam garam isopropilamin yang banyak digunakan untuk pengendalian gulma semusim ataupun tahunan. Herbisida ini ditranslokasikan secara cepat melalui simplas, translokasi ke seluruh jaringan tanaman tidak terkecuali yang berakar dalam dan rizoma, yang membuat herbisida ini terkenal dengan pengendalian gulma berspektrum luas (broad-spectrum weed control).
Glifosat yang diaplikasikan pada gulma akan  terjadi penghambatan dalam biosintesa asam amino aromatik yaitu menghambat enzim EPSPS (5-enolpyruvilshikimate-3-phosphate syntase).  Pengaruhnya akan terlihat setelah 2-4 hari pada gulma semusim dan 7-10 hari pada gulma menahun. Pada spesies gulma tertentu terutama yang menahun, translokasinya sangat lambat dan gejala belum akan tampak dalam 10 hari setelah aplikasi.  Gejala awal gulma yang disemprot dengan herbisida OBIN 310/ 115 SLterlihat menguning dan akhirnya mengering dan mati.
Herbisida ini tidak menimbulkan fitotoksik pada tanaman jika digunakan sesuai petunjuk. OBIN 310/ 115 SL mudah larut dalam air dan tidak mengganggu peralatan semperot. 
Perhatian: untuk melarutkan gunakan air lapang biasa yang tidak mengandung lumpur dan kotoran lainnya. Bila perlu siapkan air satu malam sebelum penyemperotan agar lumpur dan kotoran lainnya mengendap. IPA glifosat akan bereaksi netral bila berikatan dengan air yang mengandung lumpur, sehingga akan mengurangi daya kefektifan produk ini.
Kelas bahaya (WHO) termasuk dalam kelas III (cukup berbahaya) dengan keterangan pernyataan bahaya yaitu “PERHATIAN” dan warna pita piktogram pada label berwarna biru tua
 

PETUNJUK PENGGUNAAN

  • Gunakan air lapang biasa yang tidak mengandung lumpur dan kotoran lainnya. Bila perlu siapkan air satu malam sebelum penyemperotan agar lumpur dan kotoran lainnya mengendap.
  • Waktu aplikasi pagi hari sebelum jam 9 atau sore hari setelah jam 4.
  • Lakukan penyemperotan pada waktu cuaca cerah dan diperkirakan hujan tidak turun dalam waktu 4-6 jam setelah penyemperotan.
  • Gunakan dosis dan volume semperot yang dianjurkan.
  • Volume semperot:  400 l/ha.