Bahan Aktif 2,4-D Dimetil Amina: 865 g/l.
  (Setara dengan 2,4-D: 720 g/l.
Jenis Pestisida Herbisida.
Cara Kerja Herbisida sistemik selektif purna tumbuh.  
Formulasi Soluble Concentrate (SL).
Warna Cokelat.
Ukuran Kemasan 500 ml, 1 liter, 5 liter dan 20 liter.
Jenis Kemasan Plastik HDPE
No. Pendaftaran RI. 01030120001532
Kelas bahaya WHO Kelas III (cukup berbahaya)

KEUNGGULAN

  • Herbisida sistemik selektif purna tumbuh berbahan aktif 2,4-D Dimetil Amina: 865 g/l.
  • Berbentuk larutan dalam air (Soluble concentrate/SL).
  • Efektif  mengendalikan gulma berdaun lebar pada pertanaman kakao, karet, kelapa sawit, kopi, padi, tebu dan teh.
  • Dapat mengendalikan gulma hingga 2 bulan.
  • Mudah larut dalam air dan tidak menyumbat  alat semprot.
  • Kemasan: 500 ml, 1 liter, 5 liter dan 20 liter.

 

DISKRIPSI

SIDAMIN 865 SL adalah herbisida sistemik selektif purna tumbuh berbahan aktif  2,4-D Dimetil Amina: 865 g/l (setara dengan 2,4-D: 720 g/l). SIDAMIN 865 SL berbentuk larutan dalam air (Soluble concentrate/SL berwarna cokelat yang efektif  mengendalikan gulma berdaun lebar pada pertanaman kakao, karet, kelapa sawit, kopi, padi, tebu dan teh hingga 2 bulan.

Herbisida 2,4-D DMA termasuk dalam golongan asam phenoxy (phenoxycarboxylic acid), diformulasikan dalam garam dimetil amin yang banyak digunakan untuk pengendalian gulma berdaun lebar. Golongan ini ditemukan  pada tahun 1940-an, senyawa ini ada dua jenis yaitu dalam bentuk garam atau ester. Akar gulma akan menyerap 2,4-D (garam) sementara daun menyerap 2,4-D (ester). Duan yang terkena semperotan 2,4_D dapat menyerap dalam waktu 4-6 jam sekiranya tidak ada hujan selama penyemperotan. Senyawa dalam bentuk ester sukar dicuci dari permukaan daun karena senyawa ini akan diubah dalam bentuk asamnya oleh gulma. Senyawa 2,4-D yang diserap daun akan diangkut ke bagian tubuh yang lain melalui jaringan phloem, sementara yang diserap akar akan diangkut melalui proses transpirasi. Penimbunan dari senyawa ini akan berada di bagian meristem ujung dan akar.

Gejala dan akibat yang ditimbulkan adalah penghambatan dalam proses fisiologi maupun proses biokimia  pada gulma yang rentan seperti meningkatnya sintesa protein dan RNA, pembelahan sel, penghambatan fotosintesa dan respirasi serta menstimulasi produk etilen. Karakteristik dari 2,4-D adalah sangat mobil di dalam gulma dan efektif pada gulma yang terkena semperotan. Pergerakan dari 2,4-D sangat dipengaruhi oleh umur gulma dan asimilat. Pergerakan akan lebih lambat pada gulma tua dibanding seedling dan tanaman muda.  Gejala awal gulma yang disemprot dengan herbisida SIDAMIN 865 SL terlihat menguning dan akhirnya mengering dan mati. Herbisida ini tidak menimbulkan fitotoksik  pada tanaman jika digunakan sesuai petunjuk. SIDAMIN 865 SL mudah larut dalam air dan tidak mengganggu peralatan semperot. Kalimat peringatan: sisa gulma dan jerami tidak boleh dibakar. Kelas bahaya (WHO) termasuk dalam kelas III (cukup bahaya) dengan keterangan pernyataan bahaya yaitu “PERHATIAN” dan warna pita piktogram pada label berwarna biru tua.

 PETUNJUK PENGGUNAAN

  • Gunakan air lapang biasa yang tidak mengandung lumpur dan kotoran lainnya. Bila perlu siapkan air satu malam sebelum penyemperotan agar lumpur dan kotoran lainnya mengendap.
  • Waktu aplikasi pagi hari sebelum jam 9 atau sore hari setelah jam 4.
  • Lakukan penyemperotan pada waktu cuaca cerah dan diperkirakan hujan tidak turun dalam waktu 4-6 jam setelah penyemperotan.
  •  Gunakan dosis dan volume semperot yang dianjurkan.
  •  Volume semperot:  500 g/l.